Kenangan Mengusik Jiwa
Bila Saatnya Tiba
Perjalanan ini cukup melelahkan
Tertatih dan gontai aku menyusuri
Peluh dan lelah merangkai perjalanan
Tiada batas tiada akhir untuk menepi
Memandang jauh tanpa kepastian
Memeluk dikau wahai sang waktu terus berlari
Meraih hasrat nan rindu pada kemenangan iman
Mewujudkan bayangan menjadi nyata dalam puisi
Telaga biru diam membisu ditelan kesunyian
Dahan pohon nan ramping tak lagi menari melambai
Anginpun enggan bersenandung dalam sahutan
Serenada alam ikut merasakan alunan dalam diri
Bila saat itu tiba akankah terbit kebahagiaan?
Bila saat itu tiba masihkah burung riang bernyanyi?
Bila saat itu tiba…aku tak tahu entah kapan
Bila saatnya tiba sujud syukur pada sang Pemberi.
BY: Fira R Medio akhir Februari 2008.
Indah sunggoh kata kata puisi ini…lantaran aku
ingin abadikannya di sini sementara waktu
Gambar kenangan pada julai 2005 dalam bas di perjalanan dari Muar ke KL,
selepas tsunami melanda hidup ku …aku menggembara sebentar mencari
damai di hati…mengadap guru yang di kasihi untuk mencari penawar di hati
yang duka lara.
Pergi Tak KembaliAlbum :
Munsyid : Rabbani
http://liriknasyid.com/
http://www.youtube.com/watch?v=EgQAMbOa3eA
Saat perpisahan terakhir
Dunia yang fana akan ditinggalkan
Hanya amalan yang akan dibawa
Sayu alunan suara
Cemas di dada lemah tak bermaya
Terbuka hijap di depan mata
Berpisah kita selamanya
Kita tak sama nasib di sana
Baiklah atau sebaliknya
Amalan dan taqwa jadi bekalan
Sejahtera, bahagia pulang…kesana
Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri
Mengharap kasih anak dan isteri
Apa mungkin pahala dikirim
Terbaring sempit seluas pusara
Soal bicara terus bermula
Sesal dan insaf tak berguna lagi
Hancurlah jasad dimamah bumi
Berpisah sudah segalanya
Yang tinggal hanyalah kanangan
Diiringi doa dan air mata
Yang pergi takkan kembali lagi
